Jumat, 15 Maret 2013

Abraham Lincoln




lahir di Kentucky pada tanggal 12 Februari 1809. Lincoln sendiri hanya mengenyam pendidikan selama kira-kira setahun, tetapi dalam waktu singkat ia dapat membaca, menulis dan berhitung. Dan ketika dewasa ia berusaha keras untuk menambah pengetahuannya.dengan mempelajari semua buku yang dapat dibacanya, sampai akhirnya ia berhasil menjadi ahli hukum pada usia 28 tahun.

Abraham Lincoln bekerja dalam berbagai bidang pekerjaan. Ia pernah bekerja sebagai pembelah kayu, menjadi tentara, menjadi kelasi di kapal-kapal sungai, juru tulis, mengurus kedai, kepala kantor pos, dan akhirnya menjadi pengacara yang kemudian mengantarkannya ke dunia politik.
Lincoln memasuki dunia politik pada tahn 1832. Ketika itu ia berusaha untuk dipilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah negara bagian Illinois, namun ia kalah pemilihan, dua tahun kemudan ia berusaha kembali dan menang.Setelah itu,ia dipilih tiga kali berturut-turut setelahnya.

Pada tahun 1846, Lincoln terpilih menjadi anggota Kongres. Namun keanggotaannya tidak diperpanjang karena ia mengusulkan undang-undang untuk meng-akhiri perbudakan di distrik Columbia. Karena kecewa, ia kembali mengaktifkan biro hukumnya. Ia menghentikan kegiatan politiknya untuk beberapa waktu,

Pada tahun 1854, isu perbudakan membuatnya terjun kembali ke dunia politik. Lincoln harus bersaing dengan Stephen Douglas, yang mencoba menundukkan wilayah Selatan Amerika yang mendukung perbudakan, Lincoln kalah dalam memperebutkan kursi senat AS pada putaran pertama melawan Douglas waktu itu.

Pada bulan Mei 1860, Lincoln terpilih sebagai calon presiden dari Partai Republik, ia ternyata terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat pada 6 November 1860. Empat hari setelah ia menjadi Presiden, negara bagian Selatan itu keluar dari Federasi Amerika Serikat. Pada 12 April 1861, wilayah Selatan menyerang wilayah Utara di kota Fort Sunter. Perang Sipil atau 'Perang antara negara-negara bagian federasi' telah dimulai, meski Lincoln membenci perang, namun setelah berusaha keras untuk mencegah perpecahan tersebut akhirnya Presiden Lincoln menerimanya sebagai satu-satunya jalan untuk menyelamatkan persatuan negara.

Ketika perang berlangsung, Lincoln, tetap memanandang perlu dan mendesak diadakannya pemilihan lagi di akhir masa ia menjabat sebagai Presiden, dan ternyata ia terpilih kembali untuk periode berikutnya.

Pada bulan November 1863, dalam pertempuran Gettysburg, Lincoln menyampaikan pidato, yang dikenang sepanjang sejarah. Ia mengatakan
“…lahir sebuah bangsa baru, yang didirikan berdasarkan kebebasan yang menjunjung tinggi pengakuan bahwa semua manusia diciptakan sederajat.” 
Kata-kata Lincoln di Gettysburg ini memberi dua prinsip kebebasan dan kesamaan – yang menjadi dasar didirikannya negara Amerika.

Presiden Abraham Lincoln dipilih kembali pada 1864, Semangat menjadi pedomannya jelas serupa dengan semangat pidato pelantikannya yang kedua. Kalimat ini terukir di salah satu dinding tugu peringatan Lincoln (Lincoln Memorial) di Washington DC yang berbunyi;

“ Dengan keteguhan hati dan kebenaran yang sesuai dengan titah Tuhan, marilah kita berusaha untuk menyelesaikan tugas kita sekarang, yaitu menyembuhkan luka-luka bangsa.     ”

Presiden Lincoln tertembak di teater Ford, Washington, Amerika Serikat, pada 14 April 1865 dan meninggal keesokan harinya tanggal 15 April 1865 pada usia 56 tahun. Pembunuhnya, John Wilkes Booth adalah pemain sandiwara yang memiliki gangguan jiwa, ia juga salah seorang pendukung Konfederasi yang menentang diserahkannya tentara Konfederasi kepada pemerintah setelah berakhirnya perang saudara.

Presiden Lincoln dimakamkan di Springfield, AS dan dikenang Amerika dan dunia sebagai pejuang demokrasi karena jasa-jasanya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar